Jiwa
entrepreneur merupakan jiwa yang dibangun bertujuan untuk menjembatani antara
ilmu dengan kemampuan pasar, meliputi pembangunan/ pembentukan sebuah
perusahaan baru, kegiatan kewirausahaan juga merupakan kemampuan managerial
yang diperlukan oleh seorang entrepreneur. Jiwa entrepreneur penting sekali
bagi kalagan mahasiswa ekonomi untuk kelanjutan masa depannya. Jiwa kewirausahaan
atau enterpreneurship penting ditumbuhkan sejak awal agar dapat mendorong atau
memotivasi suksesnya seseorang dalam hal ini mahasiswa sebagai subyek perubahan
dalam masyarakat, bukan malah menjadi penyumbang angka kemiskinan dan
pengangguran. Mahasiswa ekonomi diharapkan tidak hanya belajar di dalam kelas,
mendengarkan dosen berbicara, mengerjai tugas, megerjakan skrispsi, namun
mahasiswa ekonomi juga harus menanamkan jiwa entrepreneur mereka dan
mengamalkannya.
Saat ini banyak sekali masyarakat
Indonesia di luar sana yang tidak mendapat pekerjaan apalagi mereka yang tidak
mendapat pekerjaan tersebut juga ada pula yang bergelar S1. Sekarang saja angka
pengangguran sudah mencapai 20 juta orang lebih. Belum ditambah setiap tahunnya
angka pengangguran meningkat rata-rata dua juta per tahun. Angka pengangguran
yang memang fantastis tersebut disumbang besar oleh tingginya jumlah setiap
sekolah dan Perguruan Tinggi menelurkan lulusannya. Berbagai solusi dan
kebijakan senantiasa diambil oleh pemerintah dan pelaku ekonomi untuk menekan
laju angka pengangguran tersebut. Namun tetap saja angka pengangguran tetap
tinggi dan akhirnya selalu menjadi Pekerjaan Rumah bagi bangsa ini. Apalagi
tuntutan globalisasi yang semakin maju, menuntut kita khususnya mahasiswa
ekonomi untuk tidak hanya mengandalkan otak namun kita juga harus memliki
keahlian sendiri.
Mahasiswa
ekonomi sebenarnya memiliki banyak peluang, dengan dibekalinya jiwa
entrepreneur itu mereka bisa saja membuat suatu perusahaan sendiri yang
nantinya membuka lapangan pekerjaan juga untuk orang lain. Kewirausahaan yang
dapat menciptakan lapangan kerja sangat relevan di tengah tingkat pengangguran
yang masih tinggi dan demikian ini merupakan jalan alternatif untuk meraih
kesuksesan apalagi ditengah krisis global yang terjadi sekarang ini. Meskipun
hal ini tergantung tingkat kreatifitas dari masing-masing entrepreneur untuk
menggalinya sehingga produk yang dihasilkan relevan di market.
Jiwa
kewirausahaan yang dibangun sekarang ini akan dirasakan manfaatnya pada masa
yang akan datang. Dengan semangat yang dipersiapkan ini, mahasiswa diharapkan
dapat menciptakan sendiri lapangan kerjanya, sehingga kaum-kaum reformis ini
tidak lagi mencari pekerjaan, tapi justru membuka lapangan kerja untuk
masyarakat. Semangat untuk mencipta ini harus dilengkapi pula dengan
inovasi-inovasi yang bermanfaat, sehingga nantinya dunia usaha akan dapat
bersaing dan memberikan iklim investasi yang baik untuk investor.
Dalam
dunia enterpreneurship selain pengalaman, pengetahuan yang paling sangat
dibutuhkan adalah skill mahasiswa dalam melakukan olah atau proses
enterpreneurship. Skill merupakan hal yang sangat urgen untuk menentukan
kelincahan dan keahlian seseorang. Kompetensi adalah seseorang yang memiliki
ilmu pengetahuan, keterampilan dan kualitas individu yang meliputi sikap,
motivasi, nilai serta tingkah laku yang diperlukan untuk melaksanakan
pekerjaan/ kegiatan. Pemahaman wirausaha tidak hanya memerlukan pengetahuan
tapi juga keterampilan. Keterampilan-keterampilan tersebut diantaranya
keterampilan manajerial, keterampilan konseptual dan keterampilan memahami,
mengerti, berkomunikasi dan berelasi dan keterampilan merumuskan masalah dan
mengambil keputusan, keterampilan mengatur dan menggunakan waktu dan
keterampilan teknik lainnya secara spesifik.
Jiwa
entrepreneur itu sendiri bisa diwujudkan
dengan cara yang paling mudah terlebih dahulu. Hal paling mendasar, kita
sebagai mahasiswa ekonomi bisa memulai usahanya di kampus. Buatlah suatu barang
ataupun apapun yang inovatif yang nantinya bisa dijual. Dan kalau bisa kita
tidak hanya bekerja sendiri, tetapi kita bisa berkolabolarasi dengan teman
kita. Janganlah putus asa apabila suatu saat nanti usaha kita bangkrut, karena
seorang wirausaha hasrus berani mengambil resiko. Nantinya usaha kita yang
kecil akan menjadi besar dan dapat bersaing dengan pengusaha-pengusaha besar di
luar sana. Untuk itu perlu ada kesadaran dari diri mahasiswa itu sendiri untuk
bergerak maju dan ciptakan sesuatu inovasi yang baru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar